Upah Buruh Tinggi, Jadi Alasan Industri Tinggalkan Banten

SERANG – Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (DisnakerTrans) Banten, Alhamidi mengatakan bahwa tingginya upah minimum kabupaten dan kota (UMK) jadi salah satu faktor industri padat karya pergi ke daerah lain. Ini juga berpengaruh pada tingkat pengangguran di Banten pada posisi nomor satu se Indonesia.

“Salah satunya itu (tingginya UMK). Setinggi apapun upah tidak masalah kalau diimbangi produktivitas tinggi. Perusahaan tidak mau membayar upah melebihi produktivitas,” kata Alhamdi seperti dilansir dari detikcom, Jumat (16/11/2018).

Tapi, Alhamidi sendiri belum bisa mempublikasi berapa industri pada karya yang keluar dari Banten. Yang jelas menurutnya, mereka tidak benar-benar keluar tapi melakukan ekspansi ke daerah dengan UMK rendah seperti ke Cianjur atau Sukabumi.

Angkanya belum bisa dijelaskan. Yang keluar bukan tutup tapi ekspansi. Kebanyakan (industri) padat karya, misalkan garmen dan industri alas kaki,” katanya.

Salah satu contohnya adalah perusahaan dengan ribuan buruh seperti Nikomas. Perusahaan ini ekspansi keluar daerah yang mengakibatkan pengurangan buruh di daerah Banten. Tapi, perusahaan ini menurutnya tidak benar-benar keluar dari Banten.

“Artinya kalau jumlah di sini 50 ribu (buruh), otomatis berkurang,” tegasnya.  (Red)

Sumber

 

Mungkin anda suka konten ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 × 3 =

Privasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka.

error: Content is protected !!