Bagaimana Cara Menuliskan Keunggulan dalam Curriculum Vitae (CV)? Simak Tipsnya Berikut ini

Dalam mencari pekerjaan CV adalah salah satu file pendukung yang sangat penting, kali ini mimin akan share Bagaimana Cara Menuliskan Keunggulan dalam Curriculum Vitae (CV)?.

Ada beberapa cara tergantung posisi, jenis bidang yang dilamar, dan juga profil anda sendiri semua bisa diatur agar tampak unggul di atas kertas.

  • Untuk CV bisnis, executive summary bisa digunakan untuk menjelaskan siapa anda dan kenapa anda istimewa secara singkat sebelum mata reviewer menuju bagian selanjutnya. Contoh: “Berpengalaman di bidang retail selama 10 tahun di berbagai pelosok nusantara. Sebelumnya menjabat sebagai kepala bagian divisi pengembangan bisnis PT xyz. Memiliki sertifikasi manajemen risiko dan manajemen audit”
  • Untuk melamar kerja ke perusahaan dagang/industri, pengalaman kerja ada di urutan pertama setelah informasi umum tentang diri anda / executive summary. Sebaiknya dijelaskan juga secara singkat anda kerja di perusahaan xyz ini posisinya apa dan tanggung jawabnya apa (maksimal 1 kalimat), siapa yang bisa merekomendasikan anda jika ada. Masukkan yang menarik saja yang bisa mendongkrak pamor anda. Durasi kerja yang terlalu singkat-singkat lebih baik jangan dimasukkan karena bisa membuat anda dianggap tidak loyal dan mungkin orang yang bermasalah. Ada jeda waktu kerja juga biasanya menjadi pertanyaan HR/wawancara, ini kadang-kadang bisa dijelaskan di bagian lain (misalnya cuti untuk sekolah lagi)
  • Untuk pekerjaan riset, publikasi adalah poin penting setelah penjelasan diri. Judul penelitian dan tempat publikasi yang menjadi isyarat anda peneliti bukan kaleng-kaleng. Nama kolaborator dan supervisor anda juga penting karena pekerjaan riset biasanya kental orang dalam. Kalau nama supervisor anda tidak dikenal dan membaca judul penelitiannya saja sudah tidak menarik (relatif tergantung bidang anda) biasanya akan susah menarik perhatian reviewer.
  • Setelah penjelasan diri dan pengalaman kerja langsung masuk daftar keahlian, langsung saja ditulis semua yang esensial untuk pekerjaan yang akan dilamar. Contoh: keahlian berbahasa Jepang dan punya sertifikat JLPT, keahlian machine learning framework xyz dan pernah ngambil sertifikasi online, bahasa pemrograman abcdefg.
  • Informasi pendidikan, universitas di mana. Saya nggak munafik, beberapa universitas punya nama lebih mentereng di mata HR dan punya stereotype tersendiri yang anda harus sadar dan bisa memanfaatkannya dengan baik. Menunjukkan IPK sebaiknya disarankan. Nulisnya almamater dan IPK biasa saja nggak perlu lebay sampai perlu ditebelin atau dibesarin tulisannya kalau IPK 4.00/4.00. Kalau kampus anda nggak jelas di mana atau bisa dikira kampus gurem, informasi pendidikan ditaruh setelah keahlian. Kalau kampus anda keren dan banyak alumni sudah kerja di sana, masukkan paling atas.
  • Kegiatan organisasi lainnya yang bisa membantu membuat CV anda menarik. Yang membantu membuat CV anda menarik saja yang dimasukkan, nggak perlu semuanya. Ini seperti bagian pengalaman kerja, kalau terlalu banyak dan tidak konsisten malah akan membuat penyeleksi mempertanyakan sebenarnya anda ini kuliah ngapain. Jika anda langganan jadi MC di berbagai acara, yang anda jelaskan jadi MC dan di acara apa saja terutama yang menurut anda bonafid dan menarik dijelaskan. Nggak perlu semua acara didaftar satu-satu.
  • Khusus bagian kegiatan organisasi, saya mau ceramah lebih panjang. Sebaiknya masukkan informasi sesuai dengan tempat yang mau anda target. kalau mau kerja di perusahaan berbasis agama yang kebetulan sesuai dengan aliran anda, masukkan poin keaktifan organisasi beragama anda di poin pertama. Jika anda mau masuk bagian marketing, pengalaman sebagai seksi usaha dana dan publikasi menjadi menarik ditaruh di atas. Untuk pekerjaan manajemen trainee, jabatan ketua/sekretaris/bendahara paling menarik, kalau bisa di organisasi sebesar mungkin.
  • Sebelum melamar kerja, pelajari bidang yang mau anda lamar, pelajari perusahaan/organisasi yang mau anda lamar, apa yang kira-kira menarik mau dibaca oleh mereka lalu sesuaikan dengan CV yang anda masukkan. Saya sendiri menyiapkan beberapa versi CV tergantung jenis tempat/posisi kegiatan yang mau saya masuki. Persiapan adalah koentji
  • Jangan bikin CV bertele-tele, 2 halaman maksimal. Makanya masukkan kelebihan-kelebihan yang paling mendongkrak citra anda saja untuk posisi yang mau dilamar. Dipikir baik-baik mana yang mau dimasukkan dan mana yang sebaiknya dibuang, ngikut cara Marie Kondo: Does it spark joy? – Apakah informasi ini berguna? Apakah informasi ini membuat orang merasa CV saya menarik? Apakah urutan informasi ini menunjukkan kelebihan saya semaksimal mungkin?

Semoga bermanfaat

Sumber

Mungkin anda suka konten ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + eleven =