Disnakertrans Akui Calo Penyebab Tingginya Pengangguran di Banten

SERANG – Persoalan masih sulitnya mendapatkan pekerjaan seringkali dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya, hal tersebut berdampak pada tingginya tingkat pengangguran di Provinsi Banten yang notabennya memiliki kawasan industri sangat besar.

Ironisnya, ditengah-tengah pemerintah berupaya menekan pengangguran dengan berbagai program Job Fair dan lain sebagainya, justru praktek percaloan masih mengakar di Perusahaan dengan berbagai modus melalui penawaran kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten Al Hamidi membenarkan bahwa Praktek Calo masih ada di beberapa perusahaan di Banten sehingga persoalan tersebut berdampak pada tingginya tingkat pengangguran.

“Kalo kita melihat persentasi tidaka bisa hitung. Cuma yang jelas berdampak signifikan terhadap pengangguran,” katanya usai menghadiri Silakwil ICMI Orwil Banten di gedung pendopo lama Gubernur Banten, Kota Serang, Selasa (18/2/2020).

Terkait regulasi, Hamidi mengaku Pemprov telah berupaya untuk mencegah percaloan, Terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Penyampaian Informasi Lowongan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja, Kata dia untuk menghilangkan Percaloan.

“Sekarang sudah ada Pergub No 9 tahun 2018, sudah kita silahkan juga siloker berbasis android. Itu harus dirasakan masyarakat untuk mengurangi pencaloan,”ujarnya.

Meski begitu, Hamidi merasa pergub tidak maksimal dalam menyelesaikan praktek calo, sehingga pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (Sk) Satuan Tugas (Sargas) Khusus pemberantasan Mafia Percaloan.

“Sk nya belum jadi, sehingga satgas khusus terkait pemberantasan calo belum ada. Nanti kita buat masalah penanaganan terintegrasi terkait masalah pengangguran di Banten,”pungkasnya. (Jen/red)

Sumber : http://updatenews.co.id/disnakertrans-akui-calo-perusahaan-penyebab-tingginya-pengangguran-di-banten/

Mungkin anda suka konten ini

1 Comment

  1. Menurut saya pribadi, calo tidak berpengaruh pada tingginya pengangguran, saya jujur disini, 3 tahun menganggur dari lulus sekolah, saya lulusan SMA, saya belum pernah kerja. Padahal cuma 1 yang membuat saya sering di tolak, yaitu tinggi badan. Rata” perusahaan menentukan tinggi badan untuk pria min. 160 – 165. Sedangkan saya cuma 155, ada yang tinggi badan bebas, tapi harus ada pengalaman kerja & sekarang rata” harus ada pengalaman kerja. Dan saya tidak mengerti untuk wanita kriterianya lebih dimudahkan, terutama di tinggi badan, min. 150 untuk wanita. Saya sudah ngelamar ke sana kesini (saya nyari kerja gx pilih”) tapi tetep selalu gagal di tinggi badan, ada saat lolos tinggi badan, cuma harus ada pengalaman.
    Buat pemerintah tolong iya untuk syarat” kriteria itu harus dikurangi, tidak ada pengaruhnya pengukuran tinggi badan buat kerja, apa orang yang tinggi pintar? Cekatan? Gesit? Pekerja keras? Itu belum tentu. Saya dari menes, Pandeglang, setiap ada loker di kota serang, tangerang, jakarta saya samperin tapi semua itu sia sia cuma karena tinggi badan saja. Jujur saja saya pernah pake calo, tetep disaat diukur saya selalu gagal. Permintaan saya cuma itu aja buat pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka.